Profil


TEATER JENGKAL

Teater Jengkal merupakan organisasi seni budaya yang berkedudukan di Kab. Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Teater Jengkal merupakan salah satu unit kegiatan pemuda, yang menampung minat dan bakat pemuda dalam bidang kesenian.
Teater Jengkal didirikan pada tanggal 08 Agustus 2011 oleh beberapa penggiat seni yang peduli akan denyut seni di Kab. Bengkulu Tengah. Pada waktu itu, yaitu Rekho Penyo, Buddiono dan Amex yang menginisiatifkan untuk membentuk sebuah kelompok Teater. Yang melatar belakangi Teater Jengkal adalah karena pada waktu itu tidak adanya wadah bagi masyarakat khususnya pemuda Bengkulu Tengah untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam bidang kesenian terutama dunia Teater (drama, puisi, monolog, musikalisasi puisi dan teater). Sehingga menimbulkan tekad pemuda tersebut untuk membentuk komunitas seni sebagai wadah kreatifitas mereka yang diberi nama TEATER JENGKAL dengan pentas pertamanya di acara Tribut WS. Rendra yang di selenggarakan oleh para seniman Kedai Proses Taman Budaya Bengkulu dengan tema Pertunjukan Puisi “SAJAK SEBATANG LISONG” Karya Rekho Penyo Tahun 2011. Sejak pentas pertama itu Teater Jengkal dengan seiring berjalannya waktu sering diundang dalam berbagai banyak acara yang ada di Bengkulu (daftar kegiatan yang pernah di ikuti terlampir).
Dalam setiap pementasan yang dilakukan, Teater Jengkal selalu menyajikan sebuah pementasan teater ber-genre Teater Gerak yang mewakili suara rakyat/kegelisahan rakyat dengan tidak melenceng dari akhlak moral dan kesopanan dan dengan konsep gabungan dari berbagai bentuk kebudayaan yang ada di Provinsi Bengkulu maupun Nusantara, khususnya Kab. Bengkulu Tengah, namun demikian bukan berarti Teater Jengkal tidak mampu mementaskan naskah yang ber-genre Non Teater Gerak (absurd, realis, surialis dan komedi). Hal inilah yang menjadikan Teater Jengkal semakin lama semakin di kenal, baik di kalangan pemuda, mahasiswa, pelajar dan seniman seniman yang ada di Provinsi Bengkulu Khususnya Kab. Bengkulu Tengah.
Dengan motonya, “Dengan Berproses Kita Dapat Menjengkali Dunia” Teater Jengkal semakin hari semakin banyak memunculkan karya-karya baru, hal ini disebabkan karena semua anggota tidak ada yang merasa terlatih tetapi semua ingin berlatih dan berproses, sehingga menambah semangat anggotanya dalam berkreasi.
Adapun tujuan dari berdirinya Teater Jengkal adalah bertujuan kepada pengembangan minat, bakat dan kreatifitas para pemuda Kab. Bengkulu Tengah dalam bidang Teater (Drama, Puisi, Monolog, Musikalisasi Puisi dll). Selain itu juga Teater Jengkal bertujuan mendorong dan menanamkan pada anggota khususnya dan pada masyarakat umum untuk mencintai Tanah Air, Bangsa dan Negara, serta melestarikan budaya bangsa serta menjadikan Teater Jengkal sebagai media dakwah.
Dalam kiprahnya Teater Jengkal secara tidak langsung telah membawa nama Kab. Bengkulu Tengah di mata para seniman Bengkulu dan luar Bengkulu yang telah lama berkiprah di dunia Teater. Selain untuk menambah wawasan kesenian dan pengembangan, anggota Teater Jengkal juga aktif terjun dalam dunia Teater Sekolah sebagai pelatih. Adapun teater sekolah yang masih dipegang atau akan dipegang oleh Teater Jengkal adalah : Teater Petik (SMA 1 Talang Empat Bengkulu Tengah), Teater Damai (MAN Model Bengkulu), Teater SMA 1 Kota Bengkulu. Selain itu Teater Jengkal juga pernah mengadakan kerja sama dengan kelompok kesenian lainnya, diantaranya : Kedai Proses Taman Budaya Bengkulu, Komunitas Tobo Kito Jakarta, Seniman asal Jakarta Azrizal Nur dalam Pementasan Puisi Multimedia. Kemudia pada Tanggal 10-14 Desember 2013, beberapa anggota Teater Jengkal bekerja sama dengan Kedai Proses Taman Budaya Bengkulu juga telah mengikuti kegiatan Kala Sumatra Panggung Perempuan yang di selenggarakan oleh Teater Satu bersama Hivos Belanda dengan naskah Sidang Susila (saduran). Dan anggota Teater Jengkal selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan yang lain, seperti pementasan musik, diklat atau workshop, sarasehan dan lain-lain.
Dalam proses pencarian generasi penerus yang akan melanjutkan kiprah Teater Jengkal, dilakukan dengan cara mengadakan semacam perlombaan ber-akting. Kemudian peserta yang dianggap mempunyai akting bagus diangkat menjadi anggota. Sehingga anggota Teater Jengkal pada masa itu benar-benar mempunyai kualitas serta kemampuan yang sudah ada sebelum menjadi anggota. Kemudian pada tahun 2012 sampai dengan sekarang Teater Jengkal dalam merekrut anggota baru melalui sebuah kegiatan yang dikenal dengan istilah Babat Bibit dan Diklat Keteateran.
Dalam rangka mengembangkan pengalaman anggotanya dalam berorganisasi, serta untuk membenah dalam organisasi Teater Jengkal sebagaimana organisasi lainnya, juga memerlukan reformasi dalam kepengurusan untuk merealisasikan kegiatan tersebut. Setiap akhir periode kepengurusan, diadakan Musyawarah Anggota sebagai sarana untuk pembenahan organisasi dan juga untuk memilih ketua.
Di samping itu, sebagai kelengkapan organisasi. Teater Jengkal mempunyai atribut-atribut sebagai sarana untuk memperkenalkan diri, seperti bendera, bagde, dan costum costum yang semuanya dilatar belakangi dengan gambar Jengkal sebagai logo Teater Jengkal.
Demikianlah sekilas profil singkat Teater Jengkal yang tidak bisa tertulis secara keseluruhan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar