A. PENGERTIAN MANAJEMEN (Definition of Management)
Kata
Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno "ménagement", yang memiliki
arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi
yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal
dari bahasa Italia
(1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya
“mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati
“tangan”.
Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège
yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang
berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga
berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini
dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Mary Parker
Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer
bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan
organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah
proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan
sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien.
Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan,
sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen,
terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Selanjutnya,
bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa
istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut
pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses,
berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk
memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang
pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia
of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses
dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan
diawasi.
Dari gambar
di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari
proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana
keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk
mencapai suatu tujuan organisasi.
B. FUNGSI MANEJEMEN
Dalam
Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di
dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak
dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi
pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing
(pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis
diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk
mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC :
- Fungsi Perencanaan / Planning: Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
- Fungsi Pengorganisasian / Organizing: Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
- Fungsi Pengarahan / Directing / Leading: Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
- Fungsi Pengendalian / Controling: Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
B. MANAJEMEN
SENI PERTUNJUKAN
Manajemen Seni Pertunjukan adalah proses merencanakan
dan mengambil keputusan, mengorganisasikan,
memimpin, dan mengendalikan sumber daya manusia, keuangan, fisik, dan informasi
yang berhubungan dengan pertunjukan agar pertunjukan dapat terlaksana dengan
lancar dan terorganisir.
Manajemen seni pertunjukan dapat di petakan lagi
menjadi, menajemen organisasi seni pertunjukan dan manajemen produksi seni
pertunjukan. Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam
mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Regulasi ke arah
itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk
bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggap seperti proporsi rumah
laba-laba. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan
sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni
pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Di sini faktor keberuntungan,
perencanaan produksi, strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan
peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk
penyajian karya seni sebagai hobi saja. Dengan demikian diperlukan kerja keras
berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus
diminimalisir secara tepat, sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi
pilihan dan harapan bersama.
Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam
pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki kompetensi yang sangat
krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni
pertunjukan. Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang, namun dalam
pelaksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit, butuh perhatian khusus
serta lebih diutamakan pada pengalaman empirik menjadi sumber dalam
melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara
proporsional.
C. TUGAS DAN FUNGSI SETIAP BIDANG
1. Manajemen
Produksi- Pimpinan Produksi
Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk
untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. Pimpinan produksi
bertanggung jawab secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi
seni dipergelarkan. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan
bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan
dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan
kegiatan dilakukan. Pimpinan produksi harus memahami peran, tugas, dan tanggung
jawabnya sebagai pimpinan dan ia berada di garda depan produksi seni
pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi.
Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan,
operasional staf, pemilihan tempat pementasan, hingga standar kualifikasi
gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang
diembannya. Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor
gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal, sehingga sukses
dan tercapainya pementasan yang berbobot. Target yang diharapkan bersama dalam
produksi seni pertunjukan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam
mengawal anak buahnya.
- Sekretaris Produksi
Sekretaris adalah orang yang bertanggungjawab
dalam membukukan dan mencatat semua kegiatan yang berhubungan dengan produksi
seni pertunjukan. Tugas dan tanggungjawabnya adalah bersifat administrasi.
Tugas yang dikerjakan meliputi: membuat proposal pementasan, membuat
surat-surat yang berhubungan kegiatan pementasan pertunjukan (surat ijin, surat
kerja sama dan lain-lain), mengarsipkan surat masuk dan surat keluar serta
membuat rancangan kegiatan yang berhubungan dengan administrasi kesekretarisan.
- Bendahara
Bendahara adalah orang yang bertanggungjawab
terhadap semua hal yang berhubungan dengan keuangan. Kegiatannya adalah
berhubungan dengan pelaksanaan maupun administrasi keuangan sampai dengan
pelaporan keuangan yang digunakan dalam pementasan pertunjukan (pembukuan
keuangan).
- Urusan Dokumentasi
Urusan dokumentasi dikerjakan dan menjadi
tanggungjawab seorang dokumentator yaitu orang yang bertanggungjawab atas
dokumentasi kegiatan. Hasil dari dokumentasi ini bisa berupa visual (foto,
gambar dan dokumen cetak lainnya), audio (rekaman suara, rekaman music dan
lain-lain) serta audio visual (videografi, film dan lain-lain). Jadi
tanggungjawab seorang dokumentator adalah merencanakan, melaksanakan dan
menyimpan semua dokumentasi kegiatan pementasan pertunjukan. Semua hasil
kerjanya diserahkan kepada pimpinan produksi untuk dapat digunakan untuk
keperluan yang lain setelah pementasan pertunjukan tersebut.
- Urusan Publikasi
Urusan Publikasi bertanggungjawab terhadap segala
urusan promosi dari kegiatan pementasan pertunjukan. Tugasnya adalah merancang
publikasi untuk berbagai media, baik media cetak (Koran, majalah, poster,
flyer), media audio (radio) maupun media audio visual (untuk keperluan
televisi, web internet). Tanggungjawabnya tidak hanya merancang, tetapi juga
melaksanakan dan mewujud segala media yang telah dirancang dan disepakai oleh
tim produksi.
- Urusan Pendanaan
Urusan pendanaan bertanggungjawab terhadap
penyediaan dana yang dibutuhkan dalam proses dan pelaksanaan pementasan seni
pertunjukan. Pada dasarnya urusan pendanaan adalah upaya pengalangan dana dalam
bentuk uang, tetapi didalamnya tercakup upaya mendapatkan dukungan atau bantuan
non uang, seperti sumbangan pemikiran, tenaga, pinjaman tempat dan fasilitas.
Maka orang-orang yang dipercaya untuk bertanggungjawab pada urusan pendanaan
adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menyakinkan pada pihak lain
mengenai pentingnya visi dan misi pertunjukan yang digelar sehingga pihak lain
teryakinkan untuk mendukung pementasan yang akan digelar.
- Tiketing
Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan
pembelian karcis pertunjukan. Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang.
Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang
harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. Bagian
karcis juga bertugas dalam menghitung kapasitas dari gedung dan berapa tiket
yang akan di jual. Hak dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani
penonton dengan ramah, murah senyum, serta menawan dan menarik, sehingga
penghargaan terhadap penonton cukup disegani. Kewajiban yang harus dilakukan
berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi
dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu.
Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi
dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan
kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas, kewajiban, dan tanggung jawab
kerja yang harus direfleksikan.
- House Manager
House Manager atau Pimpinan Kerumahtanggaan dalam
suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas
mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi
dalam layanan staf dan layanan publik. Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf
produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan. Layanan
kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai
dari pembelian karcis, pelayanan gedung, hingga kenyamanan penonton agar
penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat. Tugas pelayanan publik
dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton, pelayanan pemesanan karcis,
hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas
yang harus diciptakan. Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan, istirahat,
hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung
dan di luar gedung. Artinya, kompleks pertunjukan harus terbebas dari
keributan, suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk menikmati
pertunjukan secara antusias, empati, dan simpati serta nyaman.
Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama, pelatihan, gladi kotor, gladi bersih, pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung.
Hak dan kewajiban pimpinan kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. Dalam layanan publik, kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik dan operasional servis yang dapat memuaskan publik, serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis. Bidang-bidang yang termasuk dalam house manager yaitu:
Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama, pelatihan, gladi kotor, gladi bersih, pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung.
Hak dan kewajiban pimpinan kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. Dalam layanan publik, kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik dan operasional servis yang dapat memuaskan publik, serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis. Bidang-bidang yang termasuk dalam house manager yaitu:
• Seksi Keamanan
• Seksi Akomodasi
• Seksi Konsumsi
• Transportasi
• Seksi Gedung (untuk pementasan, latihan maupun
untuk koonfrensi pers)
2. Manajemen Artistik
- Sutradara/Konseptor
Sutradara atau Konseptor adalah orang yang
membuat konsep dari pertunjukan, dan mengatur alur atau laku dari sebuah
pertunjukan. Sutradara atau Konseptor juga berperan dalam memilih repetoar yang
ingin dipentaskan mengatur emosi yang ingin disampaikan kepada seluruh pemain
dan juga penonton. Jadi sutradara atau konseptor bertanggungjawab penuh pada
pemain dan penata-penata artistic agar bisa mewujudkan suatu pertunjukan yang
utuh.
- Pimpinan Artistik
Pimpinan artistik adalah pimpinan yang bertindak
dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan. Tanggung jawab
artistik karya, performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat
menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab
pimpinan artistik. Dalam Paduan Suara Mahasiswa “Giata Savana”pimpinan artistik
tertinggi adalah seorang Kondukter. Pimpinan artistik memiliki hak dan
kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan. Berbagai
capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak
dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni. Dengan demikian masalah
teknis, tata letak setting, tata indah pencahayaan, dan artistiknya kostum
artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik. Pimpinan
artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas
panggung atau stage.
Berbagai kejadian, kejanggalan, keajaiban, dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. Kewajibannya adalah membimbing, mengarahkan , dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung.
Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru, Penata Cahaya & Kru, Penata Sound dan Musik & Kru, Penata Properti & Kru, Penata Rias dan Kostum & Kru, serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung.Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung, pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya, tata panggung, dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik.
Berbagai kejadian, kejanggalan, keajaiban, dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. Kewajibannya adalah membimbing, mengarahkan , dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung.
Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru, Penata Cahaya & Kru, Penata Sound dan Musik & Kru, Penata Properti & Kru, Penata Rias dan Kostum & Kru, serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung.Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung, pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya, tata panggung, dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik.
- Stage Manager
Stage Manager adalah orang yang mengkordinasi
seluruh bagian yang ada di panggung. Tugas dan tanggung jawab stage manager dan
staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis arahan
pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat
musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting, pencahayaan, musik
dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi
atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan.
Stage Manager bertugas merumuskan atau menetapkan secara lebih detail pelaksanaan acara pada hari-H terutama pada konsep penampilan dan pengisi acara, tata panggung dan tata lampu serta terjun langsung ke lapangan pada hari-H dan turun tangan langsung. Run down adalah detail susunan acara dalam suatu kegiatan pada hari-H. Dalam run down tercantum secara detail person yang terlibat dan peralatan yang dibutuhkan dalam setiap penampilan serta keterangan-keterangan yang diperlukan.
Stage Manager bertugas merumuskan atau menetapkan secara lebih detail pelaksanaan acara pada hari-H terutama pada konsep penampilan dan pengisi acara, tata panggung dan tata lampu serta terjun langsung ke lapangan pada hari-H dan turun tangan langsung. Run down adalah detail susunan acara dalam suatu kegiatan pada hari-H. Dalam run down tercantum secara detail person yang terlibat dan peralatan yang dibutuhkan dalam setiap penampilan serta keterangan-keterangan yang diperlukan.
- Penata Panggung
Penata properti dan kru bertanggung jawab
langsung kepada pimpinan artistik, namun secara herarki masih sama dengan staf
lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan
yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada
saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. Beban tanggung jawab dan
tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya
seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik.
Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan
properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya
atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak. Masalah kelengkapan
properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini.
Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik, pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas, persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan.
Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik, pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas, persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan.
- Penata Cahaya
Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada
pimpinan artistik, namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran
penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung
jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji.Beban tanggung jawab dan tugas
penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya
seni yang dipergelarkan. Masalah pencahayaan, terang-padamnya lampu, serta
bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari
Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah menjadi beban moral tanggung jawab yang
diemban oleh pimpinan tata cahaya. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada
pimpinan artistik, pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Kewajibannya
adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni
yang dipergelarkan.
- Penata Rias dan Busana
Penata Rias adalah orang yang mempunyai tugas
atau tanggungjawab merias pemain. Proses merias ini dimulai dari mendesain atau
merancang tata rias sampai dengan menerapkan tata rias tersebut pada pemain
sesuai dengan hasil kesepakatan dengan sutradara atau konseptor pertunjukan.
Penata rias bisa dibantu oleh crew atau asisten, tetapi tanggungjawab sepenuhnya
berada pada penata rias.
Penata rias dan kostum secara umum pada produksi
yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum. Namun untuk
produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja.
Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik,
penyaji karya, serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung.
Hirarki penguasaan konsep riasan, pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. Konsultasi kepada sutradara atau konseptor secara konsolidasi penting dilakukan. Prasaran sutradara atau konseptor dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari sutradara atau konseptor, dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton, hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana.
Hirarki penguasaan konsep riasan, pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. Konsultasi kepada sutradara atau konseptor secara konsolidasi penting dilakukan. Prasaran sutradara atau konseptor dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari sutradara atau konseptor, dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton, hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana.
Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan
busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. Pementasan
yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan sutradara atau konseptor.
Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana
copot atau kedodoran, lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang
diemban penata rias dan busana secara terbuka. Hak dan kewajibannya
berkonsultasi kepada pimpinan artistik, penata panggung dan penata cahaya serta
sutradara atau konseptor. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan
pemakaian kostum pementasan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan
artistik. Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan
artistik dan sesuai hasil diskusi dengan sutradara atau konseptor.
- Penata Suara
Penata Suara adalah orang yang mempunyai tugas
atau tanggungjawab mengatur suara atau bunyi selama pertunjukan berlangsung.
Proses kerjanya dimulai dari mendesain atau merancang tata suara sampai dengan
mengatur suara atau bunyi tersebut mempunyai kualitas suara yang baik. Kualitas
suara atau bunyi yang baik adalah suara tersebut terdengar jelas, wajar, indah
dan menarik serta memenuhi standar level minimal, terhindar dari noise,
distorsi dan balance (tercapainya keseimbangan suara). Penata suara atau bunyi
bisa dibantu oleh crew atau asisten, tetapi tanggungjawab sepenuhnya berada
pada penata suara atau bunyi.
- Penata Musik dan Sound
Penata musik dan sound juga bertanggung jawab
langsung kepada pimpinan artistik, namun secara hirarki mati hidup, keras-lembut,
jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk
konsolidasi, serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan.
Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat
mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound.
Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji.
Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound. Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik, adalah konseling kepada pimpinan artistik, pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung.
Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound. Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik, adalah konseling kepada pimpinan artistik, pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung.
Berikut ini merupakan hal-hal penting dalam
manajemen pertunjukan :
1. Sebelum Pementasan
- Mengukur kemampuan perorangan dan kelompok,
- Mengendalikan obsesi dan emosi dengan mementingkan
logika dan nilai rasa
- Membuat time schedule dan story board pementasan
- Membuat job description yang mantap
- Konsultasi/sharing dengan orang yang lebih
berpengalaman
- Memperhitungkan segala kebutuhan secara
terperinci
- Membuat inventaris barang dan pihak yang
bersinggungan
- Menyediakan kas (sebatas kemampuan) untuk
pendanaan kegiatan
2. Saat Pementasan
- Berpedoman konsep yang sudah disiapkan
- Melakukan koordinasi satu sama lain
- Memastikan perlengkapan dan peralatan dengan
baik
- Mengecek sirkulasi tiket dan undangan
- Mengecek ulang kondisi gedung dan mobilisasi
penonton
- Mengantisipasi gangguan teknis dan keamanan
yang tidak diinginkan
3. Setelah Pementasan
- Evaluasi pementasan
- Mengecek keadaan panggung dan gedung
pertunjukan
- Mengecek dan menempatkan perlengkapan/peralatan
pada posisi semula
- Mengevaluasi kerja setiap elemen pementasan
- Melaporkan hasil kegiatan dengan pihak yang
berkepentingan